Belajar Computer Dunia Maya

Rabu, 18 Januari 2012

Konsep Dasar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar


Konsep dasar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam.

Konsep dasar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar bersumber dari kitab suci Al Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman. Dibarengi tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubunganya dengan kerukunan antar ummat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.[1]

1. Al-Qur.an

Al-Qur’an ialah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Di dalamnya terkandung ajaran pokok sangat penting yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad. Ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an itu terdiri dari dua prinsip besar, yaitu yang berhubungan dengan masalah keimanan yang disebut Aqidah, dan yang berhubungan dengan amal yang disebut dengan Syari’ah. Istilah-istilah yang sering biasa digunakan dalam membicarakan ilmu tentang syari’ah ini ialah :

a. Ibadah untuk perbuatan yang langsung berhubungan dengan Allah.

b. Mu.amalah untuk perbuatan yang berhubungan selain dengan Allah .

c. Akhlak untuk tindakan yang menyangkut etika dan budi pekerti dalam pergaulan.

Di dalam Al Qur.an terdapat banyak ajaran yang berisi prinsip berkenaan dengan kegiatan atau usaha pendidikan itu. Sebagai contoh dapat dibaca kisah Lukman mengajari anaknya dalam surat Luqman ayat 12-19, yang mengandung prinsip materi pendidikan yang berguna untuk dipelajari oleh setiap muslim.

Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqman: 12)

2. Al Hadits

Hadits ialah perkataan, perbuatan ataupun pengakuan Rasul Allah Swt. Yang dimaksud dengan pengakuan ialah kejadian atau perbuatan orang lain yang diketahui Rasulullah dan beliau membiarkan saja kejadian atau perbuatan. Hadits merupakan ajaran kedua sesudah Al Qur.an. Sunnah berisi petunjuk (pedoman) untuk kemashlahatan hidup manusia dalam segala aspeknya, untuk membina umat menjadi manusia seutuhnya atau muslim yang bertaqwa. Untuk itu Rasulullah menjadi guru dan pendidik utama bagi umatnya.[2]

Oleh karena itu Hadits merupakan landasan kedua bagi cara pembinaan pribadi manusia muslim. Sunnah selalu membuka kemungkinan penafsiran berkembang. Itulah sebabnya, mengapa ijtihad perlu ditingkatkan dalam memahaminya termasuk sunnah yang berkaitan dengan pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

[1] Departemen Pendidikan Nasional, Standar Kompetensi Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar, ( Jakarta: Balitbang Depdiknas: 2003), hal. 12

[2] Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2004), cet. ke-5, hal. 21

Related Post:

0 komentar:

Poskan Komentar

DumPueNa CARA

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management