Belajar Computer Dunia Maya

Senin, 23 Januari 2012

Hubungan Kreativitas dengan Prestasi Belajar Agama Islam


Hubungan Kreativitas dengan Prestasi Belajar Agama Islam

Kreativitas merupakan faktor psikologis yang bersifat non interlektual, mempunyai peranan penting dan unik sebagai jiwanya perkembangan atau perubahan dan kemajuan belajar siswa. Dalam suasana belajar yang kompetitif tanpa kreativitas maka seseorang akan tertinggal dari siswa-siswi lain yang mampu mengembangkan kreativitasnya. Sesungguhnya dalam lingkungan kreativitasnya bukanlah merupakan kemampuan menciptakan hal-hal yang sama sekali baru, tetapi dapat berupa gabungan dari hal-hal yang telah ada sebelumnya. Kreativitas dapat pula merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru berdasarkan data informasi atau unsur-unsur yang telah ada.[1]

Kegiatan belajar mengajar disekolah berorientasi kepada pencapaian prestasi akademik yang tinggi oleh semua siswa. Kreativitas guru memperoleh peluang untuk berkembang didalam iklim belajar yang kondusif, maka tentu saja prestasi belajar yang tinggi dapat dicapai oleh siswa. Jika dikaitkan dengan kegiatan belajar siswa, hasil yang tinggi dapat dikatakan baik atau kurang, berhasil atau tidak, salah satu aspek ukurannya dapat dilihat melalui nilai-nilai yang dilaporkan dalam bentuk rapor atau hasil studi secara periodik. Angka-angka tersebut mencerminkan tingkat prestasi belajar siswa dan juga keberhasilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran pada peserta didik.

Dalam proses belajar mengajar sesuai dengan perkembangannya guru tidak hanya berperan untuk memberikan informasi kepada siswa, tapi lebih jauh guru harus dapat berperan sebagai perencana, pengatur dan pendorong siswa agar dapat belajar secara efektif dan peran berikutnya adalah mengevaluasi diri keseluruh proses belajar mengajar.

Jadi dalam situasi dan kondisi bagaimana pun guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar tidak terlepas dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi karena guru yang baik harus mampu berperan sebagai planner, organisator, motivator dan evaluator.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai peranan yang sangat menentukan hasil belajar siswa. Karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong siswa untuk dapat belajar lebih giat. Sebaliknya lingkungan sekolah yang kurang baik dapat mengurangi semangat siswa dalam belajar. Pada dasarnya baik buruknya suatu lingkungan sekolah sekolah tergantung pada:

1. Metode mengajar

Salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran adalah pemilihan metode mengajar. Pemilihan metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan akan membuktikan semangat siswa dalam belajar. Dengan demikian, tujuan pembelajaran akan tercapai dan akan mendatangkan hasil yang baik sebagaimana yang diharapkan.

2. Kurikulum

Kurikulum merupakan pedoman umum tentang tujuan akhir yang akan dicapai oleh suatu lembaga penduduk. Winarno Surachman mengemukakan:

“Kurikulum itulah yang menjadi pedoman yang praktis dalam melaksanakan tercapainya cita-cita pendidikan. Dengan cara ilmiah memperlihatkan segi-segi teknis didalam kurikulum dirumuskan ketentuan yang lebih terinci. Dan setiap guru berpedoman pada suatu pedoman umum yang bertujuan membawa mereka pada suatu titik akhir yang sama kesana”.[2]

Dari kutipan di atas jelaslah bahwa kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah penyajian bahasan pelajaran agar siswa menerima, menyesuaikan dan mengembangkan bahan pelajaran tersebut. Dengan demikian, bahan pelajaran berpengaruh terhadap siswa dalam belajar.

3. Bahan yang diajarkan


Materi yang diajarkan kepada siswa hendaknya disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuannya. Disamping itu guru juga harus mampu merelevansikan penggunaan metode mengajar dengan penting dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencari kesesuaian antara bahan dan metode penyajian.



DAFTAR PUSTAKA

[1] Herwono, Menjadi Guru Kreatif dan Inovasi dengan Menerapkan Strategi Belajar Mengajar, (online) oktober 1,2008, http://www.digitallibrary.com/old/? = artikel, diakses 10 Juli 2009.

[2] Winarno Surachmand, Dasar dan Teknik Interaksi Belajar Mengajar , ( Bandung: Tersito, 1976), hal.26.

Related Post:

1 komentar:

Siska qravity mengatakan...

bagus sekali blognya menambah pengetahuan

jual mobil murah di medan

Posting Komentar

DumPueNa CARA

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management